Diserang Hama, Petani Jahe di SBB Khawatir Gagal Panen

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Tanaman jahe di perkebunan warga di Huamual dan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku dikhawatirkan terancam gagal panen.

Hal itu lantaran adanya serangan hama pada daun dan batang yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman jahe menjadi tidak normal tumbuh seperti biasanya.

” Serangan Hama ini mengakibatkan daun-daun tanaman jahe menjadi kuning dan kering, dan umbi jahe tumbuh tidak normal, juga membusuk, ” ujar Wa Lia petani jahe Dusun Tiangbendera, Huamual Belakang, SBB saat berbincang dengan Kampiun.co.id via telfon Selasa (30/03/21).

Belum diketahui jenis hama penyebab daun tanaman jahe menjadi menguning dan kering, hingga batang tanaman juga menjadi busuk. Menurut Wa Lia kondisi seperti itu dikhawatirkan tanaman jahe miliknya terancam gagal panen.

Hal yang sama juga dikeluhkan Taufik, petani Jahe di Dusun Limboro, Huamual SBB. Ia mengatakan tanaman jahe di kebun miliknya adalah jenis jahe yang pada umunya ditanam dengan ciri khas, rimpangnya sejenis akar berukuran besar dan gemuk serta ruas rimpang lebih mengembung.

Jenis jahe ini sudah ditanamnya sejak kurang lebih setahun lalu, hingga kini memasuki panen kedua pada Oktober mendatang. Pada musim panen pertama ia mengaku hasilnya cukup menjanjikan, meski harganya kadang naik turun di pasaran.

Taufik menjelaskan, dia menjual jahe dalam bentuk segar, begitu dipanen langsung dijual tanpa menunggu harus menyimpannya dalam waktu yang agak lama.

Namun, pada musim panen tahun ini, dia memperkirakan hasilnya akan berkurang. Pasalnya, dia mendapati daun-daun pada tanaman jahe miliknya ada yang sudah mengering, dan menemukan bagian tanaman jahe tersebut ada yang sudah membusuk.

Petani jahe lainnya, La Arman membenarkan terjadi serangan hama pada tanaman jahe di perkebunan warga di dusun Tomi-Tomi, kecamatan Huamual Belakang, SBB. Dia berharap ada perhatian dari pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk membantu mengatasi persoalan ini guna menghindari dampak kerugian yang dialami petani.

La Arman mengaku tanaman jahe merupakan hasil tani yang kini tengah banyak digandrungi petani di daerahnya. Mereka fokus menanam komoditas ini karena diyakini cepat menghasilkan uang, dengan banyaknya permintaan pasar.

Melihat pangsa pasar jahe cukup menjanjikan. Ia memperkirakan, jumlah petani jahe kemunkinan bakal bertambah, lantaran harga jual jahe lumayan untuk menambah pendapatan petani.

Ia pun mengharapkan adanya sentuhan pemerintah daerah berupa penyuluhan dan pembinaan dalam budidaya tanaman jahe. Dia mengakui, selama ini petani jahe belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

” Kebanyakan para petani jahe, maupun petani lainnya disini ini rata -rata masih bersifat konvensional dengan sistem bercocok tanam secara manual dengan mengandalkan peralatan seadanya, ” jelasnya. (KB/L)

Berita Terkini

Kadis Parawisata: Sudah 20 Tempat Karaoke yang Ajukan Permohonan Beroperasi

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat mengungkap, hingga kini sudah sekitar 20-an tempat karoke yang mengajukan permohonan...

Berita Terkait