Detik-detik Pembunuh Paling Sadis di Pulau Buru Ditangkap, Polisi Harus Mengendap Dua Hari

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.COM-Usaha aparat Polres Pulau Buru untuk menangkap hidup-hidup Mantimbang Nurlatu, pelaku pembunuhan terhadap Manpapa Latbual alias Mansabar (40) bukanlah perkara yang mudah.

Untuk menangkap buronan paling dicari itu, tim Buru Sergap Polres Pulau Buru yang dipimpin Ipda Bastian Tuhuteru harus berjalan kaki menyusuri hutan belantara sejauh 80 km untuk sampai di lokasi persembunyain Nurlatu di hutan Rodi.

Di hutan itulah, Nurlatu yang selama 25 hari lamanya kabur dan bersembunyi dari kejaran polisi usai menghabisi nyawa Latbual tertangkap tanpa perlawanan sedikit pun.

Selain harus melewati jalan terjal yang menguras tenaga, Ipda Bastian dan tiga anggotanya yakni Bripka Stevi Noya, Bripka Kevin Manuhuwa , dan Briptu Sumarlin Awi harus rela mengendap hutan selama dua hari untuk memantau pergerakan Nurlatu.

Usaha Bastian dan tiga anggotanya itu pun tidak sia-sia, pada Sabtu (20/3/2021) kemarin sore sekira Pukul 16.00 WIT mereka akhirnya berhasil menangkap Nurlatu.

“Tersangka sudah di tangkap di hutan Rodi Sabtu kemarin,” kata Paur Humas Polres Aipda MYS Djamaludin Jamaludin kepada Kampiun.co.id Minggu (21/3/2021).

Setelah ditangkap, polisi langsung mengikat kedua tangan Nurlatu dan membawanya ke luar dari hutan menuju Polres Pulau Buru.

Dalam penyergapan itu polisi berhasi menyita sejumlah alat tajam milik pelaku yang diduga digunakan untuk membunuh Latbual.

Baca Juga :   Tertangkap Basa Selingkuh Sama Istri Polisi, Oknum Brimob di Namlea Kabur Setelah Cekcok dengan Mertua

Jamaludin mengakui Nurlatu berhasil ditangkap setelah polisi bersama tim sukarelawan dari warga Watumpuli berjalan kaki sejauh 80 km dan mengendap di hutan Rodi selama dua hari untuk memantau pelaku.

Penangkapan terhadap Nurlatu dapat dilakukan berkat informasi yang didapat dari istrinya Sina Behuku.

Sina Behuku sempat ikut melarikan diri bersama Nurlatu ke hutan usai kejadian pembunuhan. Namun selama dalam pelarian, Nurlatu selalu mengintinidasi bahkan melalukan kekerasan terhadap istrinya itu.

Baca Juga :   Daun Kayu Putih Jadi Penyebab Nurlatu Habisi Nyawa Latbual Secara Keji

Karena tidak tahan selalu disakiti dan diperlakukan kasar, Sina Behuku kemudian memilih kabur dari suaminya.

Ia pun memberikan informasi kepada warga dan juga polisi terkait lokasi persembunyian suaminya itu.

Jamaludin mengatakan berkat informasi itu tim dari Polres Pulau Buru bersama warga langsung bergerak untuk mencari Nurlatu.

“Tim berangkat pada hari Jumat 19 Maret 2021 dan melaksanakan Pengendapan di Hutan Rodi selama dua hari dengan menempuh perjalanan 80 Kilo meter untuk menemukan Gubuk tempat persembunyian pelaku,” ungkapnya.

Saat ini kata dia Nurlatu telah berada di Polres Pulau Buru. Polisi telah memeriksa kondisi kesehatan pelaku dan penyidik siap untuk memeriksa yang bersangkutan.

Insiden pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap Manpapa Latbual berlangsung di areal ketel kayu putih di dusun Waepulut, Desa Waefkan, Kecamatan Waekata Kabupaten Buru, pada Selasa (23/2/2021).

Saat itu Nurlatu menghabisi korbannya dengan cara paling sadis. Awalnya pelaku mengaku diguna-guna, ia lalu meminta bantuan korban dan seorang warga lainnya untuk mengobatinya dengan menggunakan ritual adat.

Namun saat proses pengobatan sedang berjalan, pelaku langsung mengambil parang dan menyerang korban secara membabi buta hingga korban seketika tewas di tempat.

Baca Juga :   Petani yang 'Mangsa' Siswi SMA di Pulau Buru Jatuh Sakit Setelah Dilaporkan ke Polisi

Usai menghabisi nyawa korban, Nurlatu langsung kabur. (KQQ)

Berita Terkini

Kadis Parawisata: Sudah 20 Tempat Karaoke yang Ajukan Permohonan Beroperasi

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat mengungkap, hingga kini sudah sekitar 20-an tempat karoke yang mengajukan permohonan...

Berita Terkait