Calon Siswa Baru Disuruh Lepas Jilbab, Sekolah Bungkam : Maaf, Langsung ke Pimpinan Saja

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Dugaan Perlakuan diskriminasi dialami PB (12) seorang calon siswa baru saat mendagtar di sekolah menengah pertama (SMP) Citra Kasih yang berada di kawasan Citraland, Lateri, Kota Ambon, Provinsi Maluku.

PB mendapat perlakuan diskriminasi dengan cara dicekal pihak sekolah karena calon siswa baru ini mengenakan jilbab.

Informasi pencekalan ini disampaikan orangtua PB, Chiselvia Hatala saat putrinya itu mendaftarkan di sekolah itu sekitar sepekan yang lalu.

Saat itu pihak sekolah langsung mencekal putrinya dengan alasan tidak boleh ada siswa yang mengenakan jilbab.

Chiselfia mengatakan ia sempat menghubungi pihak sekolah terkait kejadian itu, namun pihak sekolah beralasan tidak ingin ada perbedaan di sekolah itu.

Terkait kasus itu, Kampiun.co.id mencoba menghubungi pihak sekolah melalui nomor ponsel yang sebelumnya digunakan kepala sekolah untuk menyampaikan ke orangtua PB mengenai alasan sekolah enggan menerima siswa yang berjilbab.

Sayangnya salah satu staf sekolah yang diketahui bernama Jesi enggan berkomentar soal kasus itu.

“Maaf pak, untuk hal ini saya bukan penanggungjawab sekolah pak,” kata Jesi saat dikonfirmasi, Sabtu (27/03/2021).

Ia pun meminta Kampiun.co.id untuk mengkonfirmasi langsung masalah itu ke pimpinan sekolah.

“Lebih bagusnya pak terkait persoalan ini langsung aja pada pimpinan kami pak, ” ujarnya.

Jesi yang enggan memberikan tanggapan atas kasus pencekalan PB itu dengan nada tergesa-tergesa langsung memilih mengakhiri wawancara dengan dengan Kampiun.co.id.

“Mohon maaf pak, bukan kapasitas saya, lebih jelasnya pak ketemu langsung dengan pimpinan kami, nanti saya telfon dulu pimpinan kami nanti baru saya hubungi bapak lagi, ” kata Jessy diujung telfon.

Diberitakan sebelumnya, seorang calon siswa baru nerinisial BP di tolak masuk ke SMP Citra Kasih di kawasan Citraland Lateri Ambon hanya gara-gara menggunakan jilbab.

Pihak sekolah tidak mau menerima calon siswa tersebut karena tak ingin ada perbedaan di sekolah tersebut.

Orangtuan BP sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah agar anaknya tetap bisa bersekolah di sekolah itu, tapi sayang pihak sekolah bersikeras.

Beberapa orang guru tak mempermasalahkan BP mengenakan jilbab di sekolah.

Namun kepala sekolah tetap bersikuku BP harus melepas jilbabnya jika ingin ditetima di sekolah itu, padahal ada guru sekolah agama islam yang ikut mengajar di sekolah tersebut.

Karena tidak terima dengan kebijakan sekolah, ia terpaksa mendaftarkan anaknya ke sekolah lain. (KBIL)

Berita Terkini

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polsek Leihitu Razia Miras dan Masker

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menciptakan suasana kondusif di bulan Ramadhan, Polisi Sektor (Polsek) Leihitu...

Berita Terkait