Bunuh Husein Suat, Erwin Nakul Dituntut 15 Tahun Bui

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon menuntut Erwin Nakul terdakwa pembunuh Husein Suat, mahasiswa Universias Pattimura (Unpatti) Ambon 15 tahun penjara.

Tuntutan 15 tahun penjara terhadap terdakwa itu dibacakan jaksa penuntut umum,Eko Nugroho dalam persidangan yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (23/3/2021).

Dalam amar tuntutannya, JPU menilai terdakwa terbukti bersalah telah melakukan perbuatan pidana hingga berujung hilangnya nyawa korban.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa utama dengan pidana penjara selama 15 tahun, di potong masa tahanan,” ungkap Eko Nugroho saat membacakan amar tuntutannya.

Selain menuntut Erwin 15 tahun penjara dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu, JPU juga menuntut dua terdakwa lain yakni Bakri Mahu alias Bakri dan Rian Kaimudin alias Ian dengan pidana penjara masing-masinh selama 14 tahun.

Ketiga terdakwa, kata Eko, dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hal-hal yang memberatkan, lanjut JPU, perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat. Perbuatan para terdakwa membuat korban meninggal dunia.

“Sedangkan untuk hal yang meringankan, para terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatannya,” tandas JPU.

Baca Juga :   Sopir Angkot Wajib Kantongi Sertifikat Vaksin, yang Tak Punya Dilarang Mengemudi untuk Cari Makan

Untukmdiketahui insiden pembunuhan terhadap Husein Suat terjadi di atas Jembatan Merah Putih Ambon pada Kamis pada Kamis, (11/2/2021) dinihari.

Sebelum dibunuh, korban yang saat itu
bersama sejumlah temannya sempat diteriaki oleh para pelaku yang sedang mabuk saat korban dan rekan-rekannya melintas dengan sepeda motor di kawasan Batu Koneng Ambon.

Saat itu sempat terjadi pertengkaran mulut, namun korban dan rekan-rekannya akhirnya pergi.

Baca Juga :   Gempa Besar di Laut Banda, BMKG Pastikan tak Berpotensi Tsunami

Namun tak disangka para pelaku mengejar korban dan rekan-rekannya dari belakang. Karena kalah jumlah, korban dan rekan-rekannya memilih kabur.

Sayangnya korban akhirnya ditendang dari atas sepeda motor saat ia berada di atas jembatan Merah Putih. Saat itu para pelaku langsung menyerang dan mengeroyok korban.

Erwin yang juga ikut mengeroyok korban kemudian mencabut pisau dan langsung menusuk korban di bagian tubuhnya.

Korbam sempat dibawa ke rumah sakit namun dalam perjalanan, korban meninggal dunia. (KQQ).

Berita Terkini

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polsek Leihitu Razia Miras dan Masker

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menciptakan suasana kondusif di bulan Ramadhan, Polisi Sektor (Polsek) Leihitu...

Berita Terkait