Bobol Plafon Kamar Mandi, 4 Napi Rutan Ambon Kabur dari Tahanan

NITU NITU

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Empat narapidana yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon kabur dari sel tahanan.

Keempat narapidana yang kabur itu yakni Dominggus Saiya, Fransisco Nahumury, Darman Adam dan Vermias Sinay.

Mereka diketahui kabur dari rutan tempat mereka di tahan pada Senin pagi sekitar pukul 04.00 WIT.

Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Husaini saat ditemui wartawan di Rutan Kelas II A Ambon mengatakan keempat narapidana ini kabur dari sel tahanan setelah membobol plafon kamar mandi dan memotong kawat duri yang di pasang di atas plafon.

“Mereka kabur sekira Pukul 04.00 WIT subuh. Jadi (mereka) keluar dari kamarnya dengan memanjat plafon kamar mandi juga sudah terbuka (dijebol) sebelumnya, ornamis yang terbuat dari kawat juga sudah terbuka, sesudah itu dia (mereka) dari kamar itu keluar dengan menjebol plafon lagi lalu turun ke bawah sesudah itu itu naik ke tembok seperti panjat pinang begitu,” ungkap Husein, Rabun(17/3/2021).

Menurut Husaini sebelum kabur dari area rutan, keempat narapidana ini memotong kawat duri yang dipasang di sekeliling tembok pagar bagian belakang Rutan antara Pos Jaga II dan Pos Jaga III kemudian mereka kabur.

“Mungkin ikat tali begitu baru potong kawat duri pagar tembok. Ada alat untuk potong itu gunting besi lalu kabur ke belakang,”katanya.

Baca Juga :   Napi Narkoba dan Petugas Rutan Ditangkap, Kakanwil Mengaku Pengawasan Sudah Maksimal

Adapun keempat napi yang kabur ini mereka di tahan di rutan dengan kasus berbeda.

Dominggus dan Vermkas diketahui merupakan narapidana perkara persetubuhan anak di bawah umur.

Adapun Fransisco merupakan narapidana perkara tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Sedangkan Darman merupakan narapidana tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan anak.

Husaini menjelaskan ada empat pos pengamanan di lokasi rutan namun karena keterbatasn petugas, hanya dua pos pengamanan yang dijaga petugas saat keempat narapidana itu kabur.

Baca Juga :   Petugas Jaga Ketiduran Saat 4 Napi Kabur, Begini Penjelasan Kepala Rutan Ambon

“Dua pos yang ada petugas jaganya yakni Pos II dan Pos IV karena memang kekurangan personel,” ujarnya.

Ia mengakui para petugas jaga saat itu tidak mengetahui keempat narapidana ini telah kabur. Kasus itu baru diketahui keesokan harinya. (KPL).

Berita Terkini

15 Tahun Bui Ganjaran untuk Pelaku Utama Pembunuh Mahasiswa Unpatti, Bakri dan Rian 10 Tahun

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon memvonis Erwin Nakul terdakwa pembunuh mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Husein Suat selama...

Berita Terkait