Bentengi Laut dan Hutan, EcoNusa Bikin School of Eco Diplomacy

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Membentengi laut dan hutan, Yayasan EcoNusa bersama Moluccas Coastal Care (MCC) menggelar pelatihan School of Eco Diplomacy Kewang Muda, di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

EcoNusa dan MCC merasa perlu melakukan pelatihan ini, karena kerusakan lingkungan di Maluku menjadi keprihatinan berbagai pihak. Pelatihan juga bertujuan membangun pengetahuan lokal kepada anak muda, agar memiliki tanggungjawab dalam pelestarian lingkungan.

Sebanyak 20 anak muda Maluku yang tersebar pada lima kabupaten/kota, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Tual dan Kabupeten Kepulauan Aru, ikut dalam kegiatan ini.

Bustar Maitar, CEO EcoNusa mengatakan, pihaknya ingin mendorong kemandirian masyarakat, khususnya anak-anak muda Maluku. Pasalnya, EcoNusa mau anak muda yang menghuni Indonesia, bisa lebih perduli terhadap lingkungan, baik darat maupun laut.

“EcoNusa pengen anak-anak muda bisa menjaga alam darat dan lautnya sendiri,” kata Bustar dalam pelatihan Kewang Muda, di Kawasan Kampung Laga Gunung Api Banda, Kecamatan Banda, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini kondisi lingkungan khususnya laut mendapat ancaman, baik global maupun lokal. Ancaman itu berupa, naik dan tingginya suhu permukaan air laut.

“Inilah yang ingin dilihat oleh EcoNusa, supaya teman-teman mudah Maluku bisa mandiri dan paham kenapa itu bisa terjadi, dan bagaimana cara untuk menjaganya,” jelas Bustar.

Baca Juga :   Antisipasi Kerusakan Ekosistem Laut, Pemerintah akan Tutup Lokasi Emas di Tamilouw

Bukan saja itu, karena berbagai permasalahan juga timbul dari prilaku manusia, seperti pembuangan sampah plastik di dasar laut, daerah pesisir dan lain-lain.

Kondisi ini, kata dia, bisa berdampak mengganggu kesehatan manusia. “Artinya, jika ikan makan plastik di laut, maka kondisi ini akan berdampak pada tubuh manusia, yang setiap harinya mengonsumsi ikan,” jelasnya.

Dia berharap, kegiatan ini bisa membuat generasi muda paham dan kembali menjadi penerus kewang untuk melindungi laut dan hutan di Maluku.

Baca Juga :   Hadiri Launching Rekrutmen Anggota Baru, Asis Sangkala: Saya Berharap PKS Muda Bisa Menjadi Penerus di Partai

Bagi EcoNusa sendiri, potensi besar hutan di tanah Maluku dan Papua adalah garda dan benteng terakhir di Indonesia, bahkan dunia. Atas dasar itu, mereka intens bergerak.

Sementara Dr. Reny H Nendissa, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengatakan, persiapan kewang muda sangat penting, karena di satu sisi, ia adalah pranata adat yang mestinya dilestarikan bukan saja soal sisi kelembagaannya, tapi fungsi dan kewenangannya sangat berdampak pada lingkungan.

“Kewang muda adalah kearifan sekaligus kehormatan lokal yang sebenarnya punya nilai besar,” katanya.

Dia juga mengatakan, berdasarkan struktur lembaga adat, penentuan Kepala Kewang tidak bisa menunjuk sembarangan orang, tapi bersandar pada marga atau garis keturunan tertentu.

“Tetapi sebagai kewang, semua orang punya tanggungjawab untuk menjaga lingkungan, tinggal bagaimana diberikan pemahaman,” jelasnya.

Sisi lain, sambung Nendissa, kewang muda juga harus memperkuat literasi dan memahami permasalahan-permasalahan hukum, serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Karena ke depan mereka tidak saja berhadapan dengan lingkungan secara alamiah, tapi juga kebijakan-kebijakan serta berbagai aturan lain.

“Yang menjadi bekal penting bagi kewang muda adalah punya literasi dan memahami sungguh tentang hukum dan hukum lingkungan,” ujar Nendissa.

Baca Juga :   Jaga Kamtibmas dan Pencemaran Lingkungan di Lokasi Emas, Ini 11 Butir Imbauan Pemdes Tamilouw

Menurut dia, pengetahuan literasi itu penting. Jadi bukan saja soal pengetahuan modern, tapi kearifan lokal sendiri juga harus dipahami.

“Termasuk perpaduan antara adat dan modern. Digitalisasi yang menjadi bagian dari perkembangan modern juga harus dikuasai oleh kewang-kewang muda saat ini,” katanya mengajak.

Yang pasti, semua orang ingin tahu informasi, ketika kewang muda ini muncul.

“Saya pikir akang ada apresiasi luar biasa, walaupun nantinya ditata lagi. Para kewang muda ini harus diupdate terus, karena akan menjadi virus kebaikan bagi orang lain,” pungkas Nendisa. (DBA)

Baca Juga :   Tim Pemburu Buronan Ringkus Jhon Latuconsina di Jogja

Berita Terkini

15 Tahun Bui Ganjaran untuk Pelaku Utama Pembunuh Mahasiswa Unpatti, Bakri dan Rian 10 Tahun

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon memvonis Erwin Nakul terdakwa pembunuh mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Husein Suat selama...

Berita Terkait