Belum Puas, Bupati SBB Kembali Larang Wartawan Meliput, Jurnalis yang Kritis Masuk Daftar Hitam, Ini Pemimpin Macam Apa?

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sikap arogan kembali di tunjukkan Bupati Seram. Bagian Barat (SBB), Maluku Yasin Payapo kepada pers.

Orang nomor satu di Pemkab SBB itu kembali melarang sejumlah wartawan untuk meliput berbagai kegiatan pemerintah daerah setempat.

Ia bahkan memerintahkan langsung bagian Humas Pemkab SBB untuk tidak mengizinkan beberapa wartawan yang ia tandai untuk meliput kegiatan Pemkab.

Sikap sombong dan arogan itu ditunjukkan Yasin Payapo saat menyampaikan sambutan pada acara Musrembang di Kecamatan Kairatu, Rabu (10/3/2021).

“Saya ingatkan humas ee tidak boleh. Di black list dia (wartwan) tidak boleh dia masuk ke mana-mana tidak boleh diizinkan, saya perintahkan pada kesempatan ini lalu ada satu lagi yang belum muncul ada tiga kalau tidak salah atau empat kita tidak izinkan masuk ke mana-mana untuk mengambil pemberitaan,” tehas Yasin.

Larangan Yasin kepada sejumlah wartawan di SBB untuk meliput kegiatan Pemkab itu ternyata buntut dari pemberitaan sejumlah media yang selama ini mengkritik kebijakan bupati.

Puncaknya saat wartawan di SBB memberitakan kantor bupati yang sepi setelah banyak pejabat daerah dan ASN memilih menghaidri undangan pernikahan Ikbal Payapo putra kandung Yasin Payapo di Namlea Kabupaten Buru dua pekan lalu.

Baca Juga :   Bunuh Husein Suat, Erwin Nakul Dituntut 15 Tahun Bui

Pemberitaan media yang juga ikut membuat Yasin kepanasan yakni soal insiden pengusiran sejumlah wartawan yang berujung pada pemukulan wartawan Malukunews.co di kantor bupati beberapa hari lalu.

“Terpaksa beta bilang akang jua kasana ambel foto pada saat hari jumat orang su pulang sombayang samua lalu bilang kantor tidak aktif wawancara lagi, nah ini dia merusak citra wartawan,” katanya.

Yasin mengaku pihaknya kedepan akan lebih sekekstif terhadap aktifitas pers di wilayah itu. Ia pun menegaskan tidak semua wartawan boleh memberitakan kegiatan Pemkab.

Baca Juga :   Geger! Warga Tamilouw Serbu Pantai Cari Emas

“Kita akan selektif mana wartawan yang bisa memberitakan berita daerah SBB mana yang tidak, dari evaluasi kita berapa tahun ini itu sangat jelek tapi bukan semua wartawan ini beberapa orang wartawan mencederai kita wartawan di SBB,” ungkapnya.

“Yang saya bilang ini harus disampaikan di media, tulis tulis,” tambahnya. (KIR)

Berita Terkini

Tarawih Pertama di Masjid Alfatah Ambon Dipadati Jamaah, Prokes Tetap Jalan

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar shalat tarawih perdana menjelang 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin malam (12/4/2021).Shalat tarawih perdana ini...

Berita Terkait