Bantah Terima Uang di KLB Partai Demokrat, Markus Pentury: Kalau Uang Kopi Wajarlah

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN-Mantan Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Ambon, Markus Pentury membeberkan alasan memilih mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara meski konsekwensinya adalah pepecatan.

Markus mengatakan ia dan 10 kader Partai Demokrat asal Maluku ikut menghadiri KLB di Deli Serdang lantaran Kongres ke-V Partai Demokrat di Jakarta yang menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum menyalahi aturan.

“Karena kita ingin mengembalikan kejayaan partai. Kongres ke-V di Jakarta yang menetapkan AHY sebagai ketua umum itu inkonstitusional dan melanggar AD ART partai, ” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di Ambon, Jumat (12/3/2021).

Markus yang juga mentan Anggota DPRD Maluku ini mengatakan ia dan sejumlah kader menghadiri KLB karena keterpanggilan hati nurani untuk mengembalikan Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka.

Saat ini dia menilai Partai Demokrat dibawa kepemimpinan AHY telah menjadi partai monarki dan tiran yang jauh dari semangat demokrasi.

“Sebagai kader kami ikut KLB di Sumut dengan sadar dan tahu akan semua konsekwensi dari sikap dan keputusan yang kami ambil. Saya dan teman-teman pengurus tidak ada yang dipaksa dan diiming-imingi sesuatu apalagi diintimidasi ini murni hati nurani untuk melawan tirani,” ungkapnya.

Baca Juga :   Wakasihu Jadi Lokasi Pengamatan Hilal, Malam Ini Rapat Isbat Penentuan 1 Ramadhan Diputuskan

Ia menambahkan soal adanya tidingan delegasi KLB dari Maluku ikut mendapat sejumlah uang tidaklah benar. Apalagi soal delegasi dari Maluku mengamuk karena tidak
mendapatkan uang Rp 100 juta sebagaimana yang dijanjkan.

Meski begitu Markus tidak membantah bahwa ia dan rekan-rekannya dari Maluku mendapat uang transportasi dan akomodasi selama mengikuti KLB.

“Soal pemberian uang yang tidak sesuai seperi yang viral itu tidak ada.
Bahwa kita dibeli tiket itu wajar, politik cos saya tidak mungkin kasih uang sendiri, kasih uang kopi itu juga wajar kita tidak mungkin pergi dengan uang kita sendiri,” benernya.

Baca Juga :   Densus 88 Tangkap 13 Terduga Teroris, Pasca Serangan Bom Bunuh Diri di Makassar

Menyinggung laporan Ketua DPD Maluku ke polisi bagi para kader yang mengatasnamakan DPD dan DPC Partai Demokrat se-Maluku di KLB, Markus enggan menanggapinya lebih jauh, sebab sampai saat ini ia dan rekan-rekannya belum di panggil polisi untuk dimintai keterangannya.

“Terkait sikap (laporan) saudara Roy Pattiasina (Ketua DPD Demokrat) yang telah melayangkan laporan ke kepolisian kami belum akan berkomentar karena kami belum dipanggil sehingga kami belum tahu substansi apa sih yang dilaporkan nanti sudah kami akan memberikan komentar seperlunya,” ungkapnya.

Untuk diketahui Markus dan 10 kader Partai Demokrat yang ikut menghadiri KLB di De Serdang telah resmi di pecat dan keanggotaan partai.

Mereka juga telah dilaporkan ke Polda Maluku karena ditiding mengatasnamakan pengurus DPD Partai Demokrat Maluku dan DPC se-Maluku saat menghadiri KLB. (KIP).

Berita Terkini

Berita Terkait