Antisipasi Kerusakan Ekosistem Laut, Pemerintah akan Tutup Lokasi Emas di Tamilouw

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN- Lokasi emas di pesisir Pantai Pohon Batu, Negeri Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, hingga hari keempat atau Kamis (25/3/2021) hari ini, masih dipenuhi oleh warga sekitar.

Warga terus bondong-bondong memburu material emas di sana, setelah ditemukan pada Senin (22/3/2021) kemarin.

Guna mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan terhadap ekosistem laut di lokasi setempat, Pemerintah Daerah melalui Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, bertekad menutup lokasi tersebut.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Fauzan Chatib mengatakan, terkait viralnya temuan emas di pesisir Pantai Pohon Batu, Negeri Tamilouw, akan menjadi perhatian serius pemerintah. Karena dengan kondisi temuan emas, akan menarik masyarakat untuk melakukan penambangan tanpa izin di sana.

“Masalah kemudian yang timbul, apakah memang benar itu adalah emas atau tidak, tentu harus melalui suatu penelitian. Kita sudah mengirim Inspektorat Tambang untuk melakukan pengecekan di lapangan,” kata Chatib kepada wartawan, kemarin.

Kemudian, kata dia, karena itu berkaitan dengan penambangan tanpa izin, maka akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mengamankan lokasi tersebut.

“Kenapa harus diamankan, supaya kita mengantisipasi lebih dini jangan sampai terjadi dampak negatif terhadap biota laut dan para penambang itu sendiri,” katanya.

Baca Juga :   Jaga Kamtibmas dan Pencemaran Lingkungan di Lokasi Emas, Ini 11 Butir Imbauan Pemdes Tamilouw

Terkait dengan penambangan emas tanpa izin ini, jelas Chatib, sudah diatur dalam UU Pertambangan Nomor 3 Tahun 2020 sebagai perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batu Bara.

Dalam UU ini, kata dia, semua peraturan jelas, ada peraturan pemerintah dan lain-lain.

“Penambangan tanpa izin ini kan dilarang. Artinya semua proses penambangan harus berizin, apakah itu izin pertambangan rakyat atau izin usaha pertambangan. Jadi semua itu harus jelas, karena kalau tanpa izin itu merupakan suatu pelanggaran, sehingga harus ditertibkan oleh instansi terkait,” jelasnya.

Baca Juga :   Lantik Mohdar Yanlua Jadi Rektor Unimma, Ini Pesan Strategis Ketua Majelis Diktilitbang Muhammadiyah

Jadi, tegas dia, lokasi emas di pesisir Pantai Pohon Batu harus ditutup. Hal ini sebagai upaya atau antisipasi pemerintah agar tidak terjadi penambangan liar yang menggunakan merkuri, sianida atau zat kimia berbahaya lainnya.

“Kalau sampai kita biarkan maka akan memungkinkan kepada pihak-pihak lain bisa memasok merkuri atau sianida untuk digunakan dalam penambangan ini. Sehingga dari jauh-jauh hari sudah harus ditutup,” tegasnya. (DBA)

Berita Terkini

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polsek Leihitu Razia Miras dan Masker

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menciptakan suasana kondusif di bulan Ramadhan, Polisi Sektor (Polsek) Leihitu...

Berita Terkait