40 Orang Gila di Ambon Positif Covid-19, Tenaga Medis di RSKD Sampai Kewalahan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pandemi Covid-19 yang mewabah di provinsi Maluku tidak hanya menyerang warga yang normal.

Puluhan warga yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Ambon karena mengalami gangguan kejiwaan juga banyak terpapar virus corona.

Kepala Tata Usaha RSKD Ambon, Ratna Nasir mengungkapkan sejak Covid-19 mewabah di Maluku lebih dari 40 pasien yang mengalami gangguan kejiwaan ikut teepapar virus tersebut.

“Yang positif itu tidak sampai 50 orang, namun lebih dari 40. Terakhir pada Desember 2020 lalu itu ada delapan pasien yang terkonfirmasi positif,” kata Ratna kepada wartawan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kamis (18/3/2021).

Dia menjelaskan, pihak rumah sakit sempat kewalahan menangani para pasien gangguan kejiwaan yang positif corona saat itu.

Sebab kata dia penanganan pasien gangguan kejiwaan yang positif corona sangat membutuhkan penanganan ekstra karena kondisi yang dialami para pasien.

“Karena mengurus mereka itu memang agak susah, karena orang gila ini kan banyak gelisah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan banyak pasien gangguan jiwa ikut terpapar Covid-19 diduga karena adanya kontak erat dengan keluarga yang datang mengunjungi para paisen.

Menurutnya selama proses penanhanan pasien positif Covid-19 di rumah sakit tersebut, pihak RSKD sendiri menyiapkan ruangan khusus.

Baca Juga :   Detik-detik Karyawan Rumah Makan Padang Pilih Melompat dari Lantai 2 Saat Terjebak Kebakaran

“Untuk penanganannya kita telah siapkan ruangan khusus, yang sirkulasi udaranya semua telah diperbaiki,” ungkapnya.

Saat ini Ratna puluhan pasien gangguan jiwa yang positif corona itu telah kembali sembuh.

“Sejak awal Januari 2021, meraka (pasien) telah dinyatakan sembuh, “ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di rumah sakit teesebut, saat ini seluruh pasien gangguan jiwa di RSKD baik yang sedang rawat jalan maupun rawat inap, telah menjalani Rapid Tes Antigen.

Baca Juga :   Densus 88 Tangkap 13 Terduga Teroris, Pasca Serangan Bom Bunuh Diri di Makassar

“Jadi semua pasien yang ada di RSKD telah dicek kondisinya menggunakan Rapid Antigen. Bahkan untuk yang baru masuk, wajib di Rapid Antigen. Itu terus dilakukan secara rutin dalam 14 hari, “tutupnya.(KTP)

Berita Terkini

Tarawih Pertama di Masjid Alfatah Ambon Dipadati Jamaah, Prokes Tetap Jalan

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar shalat tarawih perdana menjelang 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin malam (12/4/2021).Shalat tarawih perdana ini...

Berita Terkait