Categories
KOTA AMBON

Hasil Sensus Penduduk 2020 : Jumlah Penduduk Maluku Tengah Mencapai 423,1 Ribu Jiwa

Oleh: M. Rismawan Ridha, SST

Statistisi Ahli BPS Kab. Maluku Tengah

 

(Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, 2020. https://maluku.bps.go.id )

Pada hakikatnya, pembangunan tidak pernah terlepas dari peran serta penduduk yang memang merupakan subjek sekaligus objek dari adanya pembangunan itu sendiri. Dengan strategi yang tepat, penduduk dapat menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia untuk maju. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) berikhtiar untuk menuntaskan Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) yang selalu dilaksanakan setiap 10 tahun walaupun ditengah tantangan pandemi Covid-19. Tidak sampai disitu, tantangan lainnya yang dihadapi BPS adalah mewujudkan “Satu Data Kependudukan” Indonesia. Ada beberapa inovasi yang diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut, dimana salah satunya adalah penggunaan metode kombinasi. Berbeda dari sensus-sensus sebelumnya, metode ini menggabungkan data administrasi kependudukan (adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai data dasar SP2020.

Dengan kerja keras dari berbagai pihak, pendataan lapangan SP 2020, mulai dari sensus penduduk online hingga wawancara dapat dilaksanakan dengan baik. BPS telah berhasil menghimpun data kependudukan Indonesia yang indikatornya tersaji baik dari segi jumlah, komposisi, distribusi, maupun karakteristik penduduk.

Mengacu pada Berita Resmi Statistik (BRS) No.7/01/Th.XXIV, 21 Januari 2021 dan (BRS) No.7/01/Th.VII, 21 Januari 2021, SP2020 mencatat penduduk Indonesia pada bulan September 2020 sebanyak 270,20 Juta Jiwa, sedangkan penduduk Maluku pada bulan September 2020 sebanyak 1.848,92 ribu jiwa. Dibandingkan dengan tahun 2010, jumlah penduduk di Maluku mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 31,5 ribu jiwa setiap tahunnya atau dengan kata lain mengalami laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,83 persen.

SP 2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 936,47 ribu orang, atau 50,65 persen. Sementara, jumlah penduduk perempuan sebanyak 912,44 ribu orang, atau 49,35 persen. Hal ini menerangkan rasio jenis kelamin di Maluku sebesar 103, yang berarti bahwa terdapat 103 laki-laki per 100 perempuan di Maluku pada September 2020.

Jika ditelusuri lebih jauh hasil sensus penduduk, kita dapat menelaah bonus demografi sebagai salah satu modal yang dapat bermanfaat bagi pembangunan. Menurut United Nation Population Fund, bonus demografi adalah kondisi ketika masyarakat berusia produktif lebih banyak daripada masyarakat berusia nonproduktif. Klasifikasi yang dilakukan oleh William H. Frey (Analysis of Census Bureau of Population) membagi penduduk ke dalam beberapa stratifikasi (Pre Boomer, Boomer, Gen X, Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z). Dengan klasifikasi tersebut, kita dapat melihat struktur penduduk Maluku sebagai berikut:

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, 2020

Dari hasil SP 2020, didapatkan bahwa penduduk di Maluku didominasi oleh Gen Z (Penduduk yang lahir tahun 1997-2012) dengan proporsi sebesar 35 persen (634,36 ribu orang), diikuti oleh generasi Milenial sebesar 26 persen (480,72 ribu orang). Jika kita menjumlahkan semua penduduk usia produktif (15-64 tahun), didapatkan lebih dari 85 persen masyarakat usia produktif mendominasi struktur penduduk Maluku. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai windows of opportunity untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas demi pembangunan Maluku. Sebaliknya, bonus demografi justru dapat menjadi boomerang saat tidak dimanfaatkan dengan baik. Jika tidak ada lapangan kerja yang memadai, bonus demografi justru akan menyebabkan ledakan pengangguran. Seyogyanya, kenaikan jumlah penduduk usia produktif harus dibarengi dengan penciptaan banyak lapangan kerja. Selain itu, penduduk dalam kategori ini pun harus dibekali dengan skill agar mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja.

Indikator lain yang menarik untuk disimak adalah distribusi penduduk Maluku. Sebagai wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar, Kabupaten Maluku Tengah menyumbang 22,28 persen atau sebesar 423,1 ribu orang dari total jumlah penduduk di Maluku, dimana secara administrasi kependudukan, 94,6 persen penduduk yang tinggal di Maluku Tengah telah sesuai dengan alamat yang tertera di KK/KTP. Di posisi kedua adalah Kota Ambon, menyumbang 18,78 persen atau sebesar 347,3 ribu orang. Secara kewilayahan, Kota Ambon adalah daerah yang sempit namun dihuni oleh banyak jiwa, sehingga menjadikan Kota Ambon sebagai daerah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Maluku dengan kepadatan mencapai 1.163 jiwa per kilometer persegi. Sementara itu, Jumlah penduduk terendah tercatat di Kabupaten Buru Selatan yakni sebesar 75,4 ribu orang dengan tingkat kesesuaian KTP/KK sebesar 96,11 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *