Categories
KOTA AMBON

Dirresnarkoba Polda Jateng: Tingginya Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba Atas Dasar Etos Kerja

SEMARANG – Sejak tiga tahun, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng menunjukkan kinerja yang signifikan. Ribuan kasus narkoba berhasil diungkap dengan menyeret ribuan tersangka.

Pada 2018, jumlah kasus yang ditangani Ditresnarkoba Polda Jateng sebanyak 1.305 kasus dengan 1.649 tersangka. Sedangkan pada tahun 2019 jumlah kasus mencapai 1.340 dengan jumlah tersangka 1.714 orang. Sementara pada 2020, hingga Oktober, jumlah kasus yang terungkap sebanyak 1.588 dengan tersangka 1.951 orang.

Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Drs IG Agung Prasetyoko mengatakan bahwa banyaknya kasus yang dapat diungkap merupakan hasil dari kerja keras para anggotanya. Karena pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika tergantung pada etos kerja anggota kepolisian.

Menurut lulusan Akpol tahun 1990 ini bahwa mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa. Para anggota harus mencari mulai dari pemakai, kurir, bandar hingga produsen.

“Mengukur etos kerja anggota reserse narkoba itu dari jumlah kasus yang dapat diungkap. Jika kasusnya banyak maka kinerjanya bagus, tetapi jika kasusnya sedikit maka kebalikannya. Indikasi suatu wilayah ada penyalahgunaan narkotika yakni ketika di daerah itu ada pemakai maka pasti ada pengedarnya,” ungkapnya, Selasa (17/11/2020).

Agung menjelaskan bahwa saat ini banyak tantangan dalam pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika, seperti narkoba mudah masuk khususnya melalui jalur darat, laut dan sungai-sungai.

Bahkan saat ini peredaran sudah merambah hingga desa-desa. Di lain sisi juga munculnya narkoba jenis baru.

Dikatakannya, bahwa Ditresnarkoba Polda Jateng tidak dapat bekerja sendiri dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika. Harus ada sinergitas antar instansi terkait, bahkan perlu adanya peran aktif dari masyarakat.

“Tindak pidana penyalahgunaan narkotika merupakan kejahatan kemanusiaan dan tidak mengenal batas wilayah sehingga dinamakan extra ordinary. Untuk mencapai hasil yang maksimal diperlukan adanya sinergitas berupa komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antar lembaga dan organisasi,” tegasnya.

Menurut mantan Dirresnarkoba Polda Kalteng ini bahwa lingkungan bisa menjadi faktor seseorang terjerumus ke dalam kejahatan penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat terutama para anak muda untuk jangan sekali-sekali mencoba yang namanya narkotika apapun jenisnya. “Karena sekali saja terjerumus maka akan sangat sulit keluar,” tuturnya. (Art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *