Categories
KOTA AMBON

Kedapatan Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Semarang Dihukum Berdoa dan Bersihkan Makam

SEMARANG – Beragam upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan memberikan sanksi sosial sehingga memberikan efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker.

Di Kota Semarang, Jateng, pelanggar protokol kesehatan mendapatkan sanksi sosial berupa doa bersama dan membersihkan makam Sasonoloyo Sambiroto.

Puluhan orang ini terjaring operasi gabungan yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang bersama Dinas Kesehatan, TNI dan Polri di Jalan Sambiroto Raya, Tembalang, Kamis (5/11/2020).

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, Kelurahan Sambiroto berstatus zona merah atau kawasan dengan risiko tinggi penularan Covid-19.

Oleh karena itu, pihaknya gencar melakukan operasi yustisi di daerah tersebut. “Wilayah Kelurahan Sambiroto masih zona merah,” jelas Fajar.

Dalam operasi yang digelar sekira dua jam itu, tim gabungan telah menjaring puluhan pelanggar, khususnya mereka yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Menurutnya, bagi pelanggar yang terjaring, maka dijatuhi sanksi. Dikatakannya, ada 42 orang yang disita KTP-nya, sedangkan 34 orang lainnya mendapat sanksi sosial berupa doa bersama dan membersihkan makam Sasonoloyo Sambiroto.

Dijelaskanya, pemberian sanksi ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan juga menjaga jarak.

“Sanksi ini juga agar masyarakat mengetahui pentingnya memakai masker di tengah pandemi,” tutur Fajar.

Selain memberi sanksi bagi para pelanggar, petugas juga memberikan reward atau hadiah kepada masyarakat yang menaati protokol kesehatan, terutama yang memakai masker.

Sedikitnya, 40 orang yang taat protokol kesehatan mendapatkan hadiah berupa sembako dari Satpol PP Kota Semarang.

Fajar mengatakan, operasi yustisi akan terus dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Kota Semarang.

“Kita mempunyai target pada Desember mendatang status Kota Semarang bisa menjadi zona hijau,” imbuhnya.

Selain sanksi sosial dan penyitaan KTP, terpantau, pelanggar protokol kesehatan juga menjalani rapid test. Hasilnya, 6 orang dinyatakan reaktif virus Corona. Mereka lalu dibawa ke Puskesmas setempat untuk kemudian dilakukan tes swab. (Art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *