Categories
KOTA AMBON

Sebagian Warga Malteng Beraktifitas Di Ambon, Aturan Wajib Swab PP Ngaur

LIPUTAN.CO.ID-Baru dibuat lima hari lalu, Peraturan Bupati Maluku Tengah nomor 30 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Covid-19, mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan.

Pasalnya, salah satu pasal dari peraturan tersebut mengatur tentang wajib Swab bagi pelaku perjalanan (PP) yang hendak masuk Maluku Tengah. Sementara warga pelaku perjalanan yang beraktifitas di dalam atau antar wilayah di Maluku Tengah hanya berbekal surat kesehatan atau rapid test.

Aturan wajib Swab itu mendapat kritik tajam dari Anggota DPRD Maluku Tengah, Ibrahim Ruhunussa. Ruhunussa menilai, kebijakan wajib menujukan hasil Swab bagi pelaku perjalanan yang hendak masuk wilayah Maluku Tengah adalah keputusan yang ngaur dan menyengsarakan masyarakat Maluku Tengah.

Terutama warga Maluku Tengah yang sedaratan dengan Kota Ambon. Seperti Warga Kecamatan Leihitu, Kecamatan Salahutu dan warga Kecamatan Leihitu Barat. Atau warga Maluku Tengah yang memiliki akses dekat dengan Ambon seperti pulau pulau lease. Dimana, set├Čap saat mereka melakukan aktifitas di Ambon.

Baik itu sebagai Pegawai, Sopir Angkot maupun sebagai pedagang yang hari harinya menjajakan jualannya di Kota Ambon.

Belum lagi warga Maluku Tengah di dataran Seram yang setiap saat juga bolak balik Ambon atau wilayah Kabupaten tetangga seperti SBB dan SBT untuk distribusi kebutuhan pokok di Seram, Maluku Tengah.

“Ini keputusan atau peraturan yang ngaur asal bunyi. Bagaimana mungkin saudara Bupati kelurkan aturan wajib Swab bagi pelaku perjalanan. Sementara kita tahu sekali Swab bagi pelaku perjalanan yang bukan pasien Covid-19 harus keluarkan lebih dari 2 juta rupiah,” kata Ruhunussa, dalam rilis persnya.

“Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan warga Jasirah, warga Pulau lease yang setiap hari beraktifitas di Kota Ambon, warga Seram yang setiap saat beraktifitas pasok kebutuhan pokok di Seram Maluku Tengah, apakah harus mereka wajib tunjukan hasil Swab usai beraktifitas di Ambon, atau Maluku Tengah dari Kabupaten SBB dan SBT,” kesal Ruhunussa.

Ia meminta Bupati dalam hal ini Tuasikal Abua agar meninjau kembali pasal yang mengatur Swab dalam peraturan nomor 30 tersebut.

“Ini wajib ditinjau ulang. Jangan asal keluarkan peraturan tapi tidak punya pertimbangan yang jelas,” tegasnya.

Selain tak jelas sasarab pelaku perjalanan yang wajib Swab dan berdampak terhadap sistitm ekonomi, aturan wajib Swab untuk pelaku perjalanan adalah cara yang terkesan aneh.

Sebab menurut Ruhunusaa yang pernah pimpin DPRD Maluku Tengah periode 2014-2019 itu mengatakan, pemerintah pusat juga berencana menghapus rapid test bagi pelaku perjalanan yang gunakan jasa transportasi darat, laut dan udara dan digantikan dengan ukur suhu tubuh.

“Bahkan tim gustu pusat merencanakan untuk menghapus rapid test bagi pelaku perjalanan yang gunakan jasa transportasi laut dan udara dan darat antar provinsi dan daerah. Sementara Maluku Tengah mau menjadikan hasil Swab sebagai syarat perjalanan dari luar daerah kan aneh,” tandasnya.

Olehnya itu ia kembali menegaskan agar Bupati tinjau ulang pasal dalam Peraturan Bupati yang mengatur wajib Swab. Jika tidak dilakukan, ia akan menggalang dukungan Anggota DPRD untuk menghadap Pemerintah Provinsi Maluku untuk meminta batalkan Peraturan Bupati tersebut.

“Kalu tidak mau ditinjau kembali Perbup saya akan galang dukungan beberapa Anggota Dewan mengajukan atau menguslkan ke Pemerintah Provinsi sebagai perwakilan Pemerintah Pusat untuk membatalkan peraturan Bupati tersebut karena berdampak luas terhadap masyarakat,” tutup Ruhunussa.

Untuk diktetahui, wajib tunjukan hasil Swab oleh pelaku perjalanan yang hendak ke Wilayah Maluku Tengah diatur dalam Peraturan Maluku Tengah nomor 30 Tahun 2020, Pasal 4 Ayat 3 huruf b.

Yang berbunyi, Pelaku Perjalanan yang masuk dari luar wilayah Kabupaten Maluku Tengah harus dapat menunjukkan hasil Swab, apabila tidak, maka akan dikarantina selama 21 (dua puluh satu) hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *