Categories
KOTA AMBON

Menteri Abdul Halim Iskandar Letakan Batu Pertama Kantor Fatayat NU Maluku

AMBON- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar
melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Kantor Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Maluku, Minggu (31/1/2021).

Desain pembangunan kantor yang berlokasi di Dusun Wailela, Desa Rumatiga, Kecamatan Teluk Ambon Ambon, tersebut ternyata dirancang oleh Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang.

“Saya sangat gembira pada hari ini, Universitas Pattimura (Unpatti) dibawah pembinaan pak rektor (M.J. Saptenno) telah memberikan kita lahan yang luar biasa untuk kepentingan pembangunan kantor Fatayat NU. Dukungan dana pembangunan juga dibantu dari APBD, dan yang gambar kantornya juga pak Sekda (Kasrul Selang). Jadi sudah lengkap sekali. Semua bergotong royong, bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara, karena membesarkan NU adalah membesarkan bangsa dan negara. Membesarkan Fatayat NU adalah membesarkan NU,” kata Mendes PDTT.
Menurutnya, NU adalah salah satu pilar bangsa. Tanpa NU tidak ada NKRI.

“Ini fakta sejarah,” tegasnya. Menurut Abdul Halim yang akrab disapa Gus Menteri ini, sejak berdirinya, NU selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara yang didasarkan atas syari’at Islam dan nilai-nilai ke-Islam-an, ke-Indonesia-an serta semangat nasionalisme yang tinggi.

“Kisah Muktamar NU tahun 1936 yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang mana para ulama memutuskan Indonesia adalah Darussalam, negara yang damai, bukan Darul Islam.

Ini bentuk NU menjaga konsistensi kedaulatan negara, memperkokoh integritas bangsa dan negara,” ujarnya.

Perjalanan perjuangan NU untuk NKRI tidak berhenti disitu. Ia pun mengisahkan sejarah, pada saat sidang BPUPKI dimana terjadi perdebatan yang sengit antara penggunaan Piagam Jakarta dengan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kewajiban Pemeluk Islam menjalankan syariatnya, yang kemudian di protes, utamanya oleh para pemuda dari Indonesia Timur yang ada di BPUPKI.

“Sekali lagi saat itu, NU menjadi penyelamat yang kemudian merumuskan Ketuhanan Yang Maha Esa tanpa ada anak kalimat panjang dan itulah yang kemudian menyelamatkan Indonesia NKRI,” paparnya.

Ia pun menegaskan kembali, jika sampai dengan hari ini, NU tetap konsisten sebagai sebuah organisasi yang posisinya moderat.

Memiliki komitmen tinggi terhadap keutuhan bangsanya. Oleh sebab itu, dirinya berharap Fatayat NU sebagai salah satu badan Otonom NU yang bergerak di bidang kepemudaan perempuan, yang menjadi bagian tak terpisahkan agar tetap menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Maluku Kasrul Selang menyampaikan, pembangunan kantor Fatayat NU Maluku sangat penting dan strategis untuk memantapkan kembali langkah langkah Fatayat NU sebagai sebuah organisasi untuk terlibat dalam pembinaan umat dan pembangunan daerah, terutama merawat kerukunan dan keragaman yang menjadi fakta sosial di Maluku.
Pada kesempatan itu, mantan Dankor Brimob Polri ini juga menyampaikan beberapa hal penting.

Pertama, kehadiran Fatayat NU bagi bangsa dan negara khususnya bagi Provinsi Maluku sangat strategis.
Dikatakan, sebagai organisasi sosial kemasyarakatan perempuan muda Islam di Indonesia, Fatayat NU juga merupakan kekuatan masyarakat madani yang menjadi aset bangsa dan negara,” imbuhnya.

“Oleh sebab itu, pemerintah Provinsi Maluku senantiasa mengharapkan peran aktif Fatayat NU dalam kehidupan keagamaan dan pembungunan di Maluku apalagi pemahaman keislaman yang dikembangkan Fatayat NU sangat relevan dengan filosofi hidup di Maluku, yang mengedepankan semangat hidup orang basudara dengan kearifan lokal pela gandong,” harap gubernur.

Kedua, sebagai badan otonom NU, Fatayat NU bertugas untuk melalukan kaderisasi pada segmen perempuan muda NU. Namun disisi lain, sebagai bagian dari gerakan perempuan Indonesia, Fatayat NU diharapkan memainkan peran strategis dalam keikutsertaannya memajukan kehidupan perempuan Indonesia, khususnya di Maluku.

Ketiga, Gubernur juga berharap gedung kantor Fatayat NU ini dapat diselesaikan tepat waktunya, sehingga lebih mempermudan dan meningkatkan semangat kemuliaan Islam dan muslimin atas Ahlusunnah Wal’jamaah di seluruh wilayah Maluku serta menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan dan ide bagi pendampingan umat, untuk mendapatkan kemaslahatan dunia dan akhirat.

“Pemerintah tentunya selalu mendukung perkembangan Fatayat NU di Maluku serta berbagai organisasi keagamaan lainnya sebagai kekuatan yang luar biasa dalam pembangunan,” tandas gubernur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda Maluku, Ketua Umum Fatayat N, Pimpinan Wilayah NU Maluku dan jajaran, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU dan jajaran serta sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku.  (humasmaluku)

Categories
KOTA AMBON

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Kunker ke SBB

PIRU- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengadakan Kunjungan Kerja di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku pada Sabtu, (30/1/2021).

Turut mendampingi Menteri dan rombongan, Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang, Bupati SBB Yasin Payapo dan sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Dalam kunjungan tersebut, menteri melangsungkan beberapa agenda. Agenda dimulai di Piru, dimana Mendes yang akrab disapa Gus Menteri membuka Rapat Kerja Wilayah II Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Maluku di gedung Hatu Telu sekaligus memberikan keynote speaker.

Usai membuka Rakerwil, menteri dan rombongan langsung menuju Desa Eti, Kecamatan Seram Barat. Di Ety, menteri meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Ina Ama sekaligus melakukan tatap muka bersama BUMDes se-Kabupaten SBB terkait pengembangan BUMdes.

Pada kesempatan itu, Mendes PDTT menyampaikan, salah satu program prioritas Kemendes PDTT adalah terbentuknya BUMDes di setiap desa yang ada di Indonesia. Tak terkecuali di Maluku program tersebut pun dimaksimalkan.

“Pemerintah akan terus mendorong peran BUMDes sebagai upaya meningkatkan perekonomian di desa, dengan melihat berbagai potensi yang ada, BUMDes diharapkan bisa berinovasi untuk mengembangkan usahanya di desa masing-masing,” ujar Mendes PDTT.

Sebagaimana diketahui,  BUMdes merupakan Lembaga Usaha Desa yang dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

Tujuan BUMDes seperti dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4/2015 adalah, meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.

Dari Desa Ety, Mendes PDTT melanjutkan kunjungannya untuk melihat salah satu potensi wisata alam di SBB yaitu Selat Valentine yang berada di Kecamatan Waisala.

Wisata alam yang dimaksud adalah sebuah selat yang memisahkan Pulau Buano dan pulau Pua, pulau kecil yang terletak di sebelah Utara. Selat ini dinamai Selat Valentine oleh tentara Belanda tempo dulu karena jika dilihat sekilas dari ketinggian tertentu di pulau Buano, selat ini akan nampak berbentuk seperti sebuah hati.

Di sela-sela kunjungan kerja, Mendes juga mengadakan pertemuan bersama Bupati SBB Yasin Payapo, Forkopimda dan pimpinan OPD terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten SBB.

Selain kunjungan kerja ke SBB, sebelumnya, Jumat (29/1/2021), Mendes PDTT juga meninjau beberapa BUMDes di Kota Ambon. Salah satunya BUMdes Hatukau Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.

Mengutip dari merdeka.com, Mendes memberikan bantuan kepada lima BUMDes di Kota Ambon. Masing-masing BUMDes mendapat bantuan permodalan sebesar Rp75 juta.
(humasmaluku)

Categories
KOTA AMBON

Lapangan Tembak Kodim Lamongan Dilengkapi Fasilitas Musholla

Lamongan,- Musholla AL-Ghuroba yang berada di Lapangan Tembak milik Kodim 0812/Lamongan, akhirnya diresmikan. Peresmian itu, dilakukan oleh Bupati Lamongan, H. Fadeli beserta Kapolres.

“Adanya Musholla ini, diharapkan bisa memberikan manfaat banyak. Khususnya untuk meningkatkan keimanan,” kata Fadeli. Jumat, 29 Januari 2021.

Tak hanya itu saja, peresmian Musholla itu juga diwarnai dengan adanya pembagian sembako, sekaligus tabur benih ikan di kolam Musholla setempat.

“Musholla ini merupakan bukti kekompakan TNI, Polri dan Pemda dalam menjaga kondusifitas wilayah yang sudah terjalin dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono menambahkan jika pemberian nama Musholla itu, dilakukan langsung oleh salah satu Ulama di Lamongan.

“Pemberian namanya dilakukan langsung oleh bapak Abdul Azis. Beliau Ketua MUI Lamongan,” tandasnya.

Categories
KOTA AMBON

Gubernur Maluku Disuntik Dosis Kedua Vaksin Covid-19

AMBON-Gubernur Maluku, Murad Ismail dan jajaran Forkopimda Maluku mengikuti penyuntikan kedua untuk vaksin Covid-19 pada Jumat, (29/1/2021). Sebelumnya Murad Ismail menjadi orang pertama di Maluku yang mendapat suntik vaksin Covid-19 tahap pertama tepatnya pada Jumat 15 Januari lalu.

Sama seperti vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua dilakukan sesuai prosedur, yakni Gubernur Maluku dan jajaran Forkopimda Maluku diantaranya,
Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Sapuan, Kepala BNN, Brigjen Pol. M Zainul Mutaqien, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Agus Rohman, Kepala Biro Operasi Polda Maluku Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto, Kepala Basarnas, Djunaidi, harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum divaksinasi.

Gubernur Maluku Murad Ismail membeberkan usai menerima vaksin pertama pada Jumat 15 Januari 2021 kondisi tubuhnya baik-baik saja. Dia mengaku tidak merasakan demam, pusing atau efek-efek lain hingga hari ini tahap kedua vaksinasi.

“Kalau orang lain saya tidak tahu, tapi kalau saya tidak ada efek sama sekali. Kembali dari sini (vaksin pertama) saya tidur karena baru tiba dari Jakarta dini hari dan tidak tidur. Abis vaksin saya langsung tidur,” sebut Gubernur.

Gubernur mengakui, Vaksin sinovac itu terbukti aman tanpa memberi efek samping berarti. Kendati demikian, Ia pun menyadari masih ada sebagian masyarakat yang setuju dan tidak dengan pemberian vaksin.

Sementara efikasi vaksin sinovac lebih dari 67 persen. Mantan Dankor Brimob Polri ini menghimbau masyarakat agar mewaspadai maraknya berita bohong atau hoaks terkait dengan vaksinasi untuk menanggulangi pandemi COVID-19.

“Seperti saudara-saudara wartawan lihat, sampai dengan vaksin kedua kami semua dalam keadaan sehat walafiat,” kata Gubernur.

Untuk itu, Gubernur berharap ketika masyarakat ingin memperoleh informasi yang jelad tentang vaksin, ia menganjurkan untuk bertanya kepada ahlinya atau yang berkompeten.

“Soal keamanan vaksin tanya ke BPOM. Begitupula halal atau tidak, tanyalah ke MUI atau tokoh-tokoh agama dan ulama.

Jangan ke yang lain yang tidak berkompeten,” ingatnya. Sebelum divaksin Direktur Utama RSUP. J. Leimena, dr. Celentinus Munthe menjelaskan, vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali proses penyuntikan dan butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan imunitas tubuh terhadap Covid-19.

“Suntikan pertama dilakukan dengan tujuan menimbulkan respon kekebalan awal pada tubuh orang yang menerima vaksin, dan suntikan kedua diberikan dua minggu setelah suntikan awal yang bertujuan menguatkan respon imun yang telah terbentuk dalam penyuntikan vaksinasi pertama,” kata Celentinus.

Vaksin sebut Celentinus, membutuhkan waktu antara 14 hingga 28 hari setelah penyuntikan kedua guna membangun jumlah antibodi yang optimum sehingga dapat berikan perlindungan maksimal kepada orang yang divaksin.

“Jadi apabila ada pertanyaan soal apakah ada kemungkinan setelah divaksin ada dampak kena virus Covid-19, jawabannya tetap punya kemungkinan dampak dari Covid tapi efek yang ditimbulkan dapat diatasi oleh kekebalan imun yang telah terbentuk pada vaksinasi dan gejalanya sangat ringan bahkan tidak ada sama sekali,” kata Celentinus. (humasmaluku)

Categories
KOTA AMBON

Menko Luhut Panjaitan Pimpin Rakor Bahas LIN Maluku

AMBON- Dalam rangka mendorong percepatan implementasi program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Provinsi Maluku, Senin (28/1/2021), Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor)  dengan K/L terkait.

Rakor yang digelar secara virtual meeting itu dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Wamen BUMN, Wamendag Jerry Sambuaga,
Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Antam Novambar, Dirjen SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Sekjen KESDM, Dirjen Bina Bangda Kemendagri dan Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo.

Selain kementerian terkait, rapat juga dihadiri Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang mewakili Gubernur Maluku. Turut mendampingi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Abdul Haris, Kepala Bappeda Provinsi Maluku Antom Lailosa dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Maluku Melki Lohy.

Dalam arahannya Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan berharap program LIN  Maluku segera terlaksana.

“Saya harap untuk perencanaan tidak memakan waktu lama. Kalau bisa dalam setahun perencanaannya sudah siap secara matang dan terintegrasi, sehingga kita sudah mulai pelaksanaan konstruksinya itu awal tahun depan,” ungkap Menko Marves.

Perencanaan yang matang dan dikoordinasikan antar kementerian terkait sangat penting.

“Jadi jangan kita kerjakan sendiri. Nanti saya minta semua kerubutin rame-rame. Kita duduk bersama, rancang perencanaan yang terintegrasi apakah dari perhubungan, Pelindo. Saya kira kalau kita kerjakan bersama, tidak sampai 6 bulan bisa terselesaikan,” kata Luhut.

Dengan perencanaan yang terintegrasi, sebut Luhut, maka program yang berjalan akan menjadi efisien.

“Jangan nanti ketika LIN sudah jalan, timbul lagi persoalan. Listrik ada masalah, pelabuhan ada masalah atau tidak efisien, kemudian soal depot yang tidak pas. Jadi, saya minta tolong ini dikoordinasikan dengan baik ketika membuat perencanaan” pinta Luhut.

Luhut juga berharap keterlibatan pakar/ahli.  “Jadi studinya saya minta libatkan teman-temn kita yang ahli dalam bidang ini. Saya titip ke Pak Antam Novambar (Sekjen KKP) yang punya peranan dalam LIN ini, “paparnya.

Luhut pun berharap dalam pertemuan lanjutan, ada progress  dalam rangka percepatan LIN di Maluku.

” Jadi, nanti saya akan  undang sekali lagi untuk kita rapat bersama. Dan saya harap pada pertemuan  nanti, perencanaan dari bapak/ibu semuanya sudah mulai terintegrasi.

Saya lihat semua bahan- bahan sudah ada, tinggal mengintegraskan saja. Jadi, saya kira nggak perlu setahun, mungkin 3 bulan saja kita sudah bisa mantapkan perencanaannya,” tandas Luhut. (humasmaluku)

Categories
KOTA AMBON

Hasil Sensus Penduduk 2020 : Jumlah Penduduk Maluku Tengah Mencapai 423,1 Ribu Jiwa

Oleh: M. Rismawan Ridha, SST

Statistisi Ahli BPS Kab. Maluku Tengah

 

(Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, 2020. https://maluku.bps.go.id )

Pada hakikatnya, pembangunan tidak pernah terlepas dari peran serta penduduk yang memang merupakan subjek sekaligus objek dari adanya pembangunan itu sendiri. Dengan strategi yang tepat, penduduk dapat menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia untuk maju. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) berikhtiar untuk menuntaskan Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) yang selalu dilaksanakan setiap 10 tahun walaupun ditengah tantangan pandemi Covid-19. Tidak sampai disitu, tantangan lainnya yang dihadapi BPS adalah mewujudkan “Satu Data Kependudukan” Indonesia. Ada beberapa inovasi yang diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut, dimana salah satunya adalah penggunaan metode kombinasi. Berbeda dari sensus-sensus sebelumnya, metode ini menggabungkan data administrasi kependudukan (adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai data dasar SP2020.

Dengan kerja keras dari berbagai pihak, pendataan lapangan SP 2020, mulai dari sensus penduduk online hingga wawancara dapat dilaksanakan dengan baik. BPS telah berhasil menghimpun data kependudukan Indonesia yang indikatornya tersaji baik dari segi jumlah, komposisi, distribusi, maupun karakteristik penduduk.

Mengacu pada Berita Resmi Statistik (BRS) No.7/01/Th.XXIV, 21 Januari 2021 dan (BRS) No.7/01/Th.VII, 21 Januari 2021, SP2020 mencatat penduduk Indonesia pada bulan September 2020 sebanyak 270,20 Juta Jiwa, sedangkan penduduk Maluku pada bulan September 2020 sebanyak 1.848,92 ribu jiwa. Dibandingkan dengan tahun 2010, jumlah penduduk di Maluku mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 31,5 ribu jiwa setiap tahunnya atau dengan kata lain mengalami laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,83 persen.

SP 2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 936,47 ribu orang, atau 50,65 persen. Sementara, jumlah penduduk perempuan sebanyak 912,44 ribu orang, atau 49,35 persen. Hal ini menerangkan rasio jenis kelamin di Maluku sebesar 103, yang berarti bahwa terdapat 103 laki-laki per 100 perempuan di Maluku pada September 2020.

Jika ditelusuri lebih jauh hasil sensus penduduk, kita dapat menelaah bonus demografi sebagai salah satu modal yang dapat bermanfaat bagi pembangunan. Menurut United Nation Population Fund, bonus demografi adalah kondisi ketika masyarakat berusia produktif lebih banyak daripada masyarakat berusia nonproduktif. Klasifikasi yang dilakukan oleh William H. Frey (Analysis of Census Bureau of Population) membagi penduduk ke dalam beberapa stratifikasi (Pre Boomer, Boomer, Gen X, Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z). Dengan klasifikasi tersebut, kita dapat melihat struktur penduduk Maluku sebagai berikut:

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, 2020

Dari hasil SP 2020, didapatkan bahwa penduduk di Maluku didominasi oleh Gen Z (Penduduk yang lahir tahun 1997-2012) dengan proporsi sebesar 35 persen (634,36 ribu orang), diikuti oleh generasi Milenial sebesar 26 persen (480,72 ribu orang). Jika kita menjumlahkan semua penduduk usia produktif (15-64 tahun), didapatkan lebih dari 85 persen masyarakat usia produktif mendominasi struktur penduduk Maluku. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai windows of opportunity untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas demi pembangunan Maluku. Sebaliknya, bonus demografi justru dapat menjadi boomerang saat tidak dimanfaatkan dengan baik. Jika tidak ada lapangan kerja yang memadai, bonus demografi justru akan menyebabkan ledakan pengangguran. Seyogyanya, kenaikan jumlah penduduk usia produktif harus dibarengi dengan penciptaan banyak lapangan kerja. Selain itu, penduduk dalam kategori ini pun harus dibekali dengan skill agar mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja.

Indikator lain yang menarik untuk disimak adalah distribusi penduduk Maluku. Sebagai wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar, Kabupaten Maluku Tengah menyumbang 22,28 persen atau sebesar 423,1 ribu orang dari total jumlah penduduk di Maluku, dimana secara administrasi kependudukan, 94,6 persen penduduk yang tinggal di Maluku Tengah telah sesuai dengan alamat yang tertera di KK/KTP. Di posisi kedua adalah Kota Ambon, menyumbang 18,78 persen atau sebesar 347,3 ribu orang. Secara kewilayahan, Kota Ambon adalah daerah yang sempit namun dihuni oleh banyak jiwa, sehingga menjadikan Kota Ambon sebagai daerah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Maluku dengan kepadatan mencapai 1.163 jiwa per kilometer persegi. Sementara itu, Jumlah penduduk terendah tercatat di Kabupaten Buru Selatan yakni sebesar 75,4 ribu orang dengan tingkat kesesuaian KTP/KK sebesar 96,11 persen.

Categories
KOTA AMBON

Rapid Test Antigen Hari Keenam, Hanya 1 ASN Yang Reaktif

AMBON- Di hari  keenam pemeriksaan cepat rapid test antigen, hanya 1 orang  Aparatur Sipil Negara  (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku  dinyatakan reaktif.

” Dari total 151 pegawai yang dirapid antigen hari ini, hanya 1 orang diantaranya yang reaktif dan harus menjalani pemeriksaan swab test PCR,” ungkap Juru Bicara Program Vaksinasi Satgas Covid 19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung dalam rilisnya yang disampaikan, Rabu (271/2021).

Pemeriksaan terhadap 151 pegawai ini, kata Rerung, di pusatkan di tiga lokasi yaitu Kantor Gubernur Maluku, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Maluku.

Doni merincikan pegawai yang mengikuti rapid test antigen di kantor Gubernur Maluku sebanyak 151 hanya 1  orang yang terindikasi.

Sementara di lokasi kantor Dispenda Maluku sebanyak 74 orang yang jalani pemeriksaan, tidak ada yang terindikasi.

Sedangkan di lokasi Dinkes Provinsi Maluku tercatat ada 22 orang yang menjàlani pemeriksaan, tidak ada satupun yang terindikasi.

“Seperti biasanya yang dinyatakan reakif, yang bersngkutan tetap harus menjalani pemeriksaan swab test PCR dan dianjurkan isolasi mandiri di rumah,” tandas Rerung (humasmaluku)

Categories
KOTA AMBON

Efektifkan Pemeriksaan, E-Audit Management System Diluncurkan

Kota Malang,- Pihak Inspektorat Jenderal Angkatan Darat meluncurkan adanya aplikasi E-Audit Management System. Aplikasi itu, disosialisasikan secara virtual.

Itdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Ari Subekti menjelaskan penerapan E-Audit itu, nantinya ditujukan untuk mempermudah tim audit atau pemeriksa. “Sehingga, itu bisa memangkas banyak waktu. Pelaksanaan audit pun bisa berjalan optimal,” ujarnya. Selasa, 26 Januari 2021.

Data yang nantinya akan diserahkan, ujar Brigjen Ari, harus bisa dipertanggungjawabkan. Artinya, semua data harus valid. “Dengan demikian, peran inspektorat sangat penting untuk melakukan validasi data dari hasil rekon yang masuk,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya, Mayor Inf Prasetya H. K menambahkan, keberhasulan pelaksanaan E-Audit memerlukan komitmen dan kesiapan para personel. Pasalnya, ia menjelaskan jika data yang nantinya akan disetorkan, dilakukan secara bertahap. “Mulai dari 1 bulan sekali, 3 bulan sekali dan 6 bulan sekali,” tandasnya.

Categories
KOTA AMBON

Lagi, 4 ASN Pemprov Maluku Reaktif Rapid Antigen

AMBON-  Di hari kelima pemeriksaan cepat rapid test antigen, kembali sebanyak 4 orang  Aparatur Sipil Negara  (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dinyatakan reaktif dan harus menjalani pemeriksaan test PCR.

” Dari total 515 pegawai yang dirapid antigen hari ini, 4 orang diantaranya reaktif dan harus menjalani pemeriksaan swab test PCR,” ungkap Juru Bicara Program Vaksinsi Satgas Covid 19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung dalam rilisnya yang disampaikan, Selasa (26/1/2021).

Pemeriksaan terhadap 515 pegawai ini, kata Rerung, di pusatkan di tiga lokasi yaitu Kantor Gubernur Maluku, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Maluku.

Doni merincikan pegawai yang mengikuti rapid test antigen di kantor Gubernur Maluku sebanyak 260 orang dan tidak ada yang terindikasi.

Sementara di lokasi kantor Dispenda Maluku sebanyak 194 orang yang jalani pemeriksaan, 2 orang diantaranya reaktif.

Sedangkan di lokasi Dinkes Provinsi Maluku tercatat ada 61 orang yang menjàlani pemeriksaan, 2 orang diantaranya reaktif.

“Saat ini yang reaktif tetap menjalani pemeriksaan swab test PCR dan dianjurkan isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Menyangkut hasil swab test PCR terhadap pàra ASN yang pada pemeriksaan hari pertama hingga keempat yang reaktif, Doni mengaku belum memperoleh hasilnya.

” Hasilnya belum ada. Nanti jika sudah ada pasti akan kami sampaikan,” tandas Rerung. (humasmaluku)

Categories
KOTA AMBON

Hari Ini, 13 ASN Kembali Terdeteksi Positif Corona

AMBON- Pemeriksaan Rapid Test Antigen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku masih berlanjut sampai dengan hari ini, Senin (25/1/2021).

Dari total 671 ASN yang menjalani pemeriksaan Rapid Antigen, 13 orang dinyatakan positif corona.

” Dari total ASN yang dirapid antigen Senin hari ini, (25/1/2021) di tiga lokasi pemeriksaan sebanyak 671 orang, 13 diantaranya positif,” ungkap Juru Bicara Program Vaksin Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung dalam rilisnya.

Pemeriksaan rapid, kata Rerung dilaksanakan di lokasi yang berbeda, yakni kantor Gubernur Maluku, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.

Ia pun merincikan,  untuk pemeriksaan di Kantor Gubernur Maluku diikuti sebanyak 348 ASN. Dari jumlah itu, 10 orang diantaranya positif.

Sementara pada lokasi pemeriksaan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, diikuti sebanyak 215 ASN,  3 orang diantaranya positif.

Sedangkan untuk lokasi pemeriksaan di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku diikuti sebanyak 108 ASN dan seluruhnya negatif.

Rerung juga menjelaskan, total keseluruhan ASN yang dirapid sejak pelaksanaan hari pertama rapid pada Jumat (22/1/2021) hingga hari ini, berjumlah 3.078 orang. Dari jumlah itu   sebanyak 38 orang  diantaranya positif.

“Sudah tentu, terhadap ASN yang terdeteksi positif, maka akan dilanjuti dengan pemeriksaan swab PCR,” tandas Rerung.
(humasmaluku)